Workers, dalam mencari cara mencapai work life balance biasanya kita berusaha menempatkan porsi yang baik antara kesibukan bekerja dan aktivitas lainnya seperti bersosialisasi, melakukan hobi, berkomunitas, dsb. Namun, di era yang serba cepat dan sangat demanding, seringkali kita kewalahan dalam menjalankan aktivitas, terutama dalam bekerja. Hal tersebut cenderung membuat kita tenggelam dalam rutinitas sehingga pada akhirnya mengabaikan kebutuhan work life balance tersebut.

Konten:

  1. Tak perlu selalu perfeksionis
  2. Cara mencapai work life balance dengan berolahraga
  3. Tentukan skala prioritas
  4. Berani berkata “Tidak”
  5. Hindari bawa pekerjaan ke rumah

Work life balance adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan dan produktivitas yang berkelanjutan. Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi performa kerja, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental. Meskipun demikian, masih banyak pekerja yang menghadapi tantangan dalam mencapai keseimbangan tersebut di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks dan waktu yang terbatas.

Tak perlu selalu perfeksionis

Seiring dengan persaingan bisnis yang semakin ketat, banyak pekerja yang merasa perlu untuk selalu menjadi perfeksionis dalam segala hal. Namun, menurut Jennyfer, M.Psi, seorang Psikolog dengan fokus utama untuk membantu setiap orang agar dapat menjadi lebih bahagia, positif, dan produktif, mengungkapkan dalam sebuah artikel di Hello Sehat, bahwa seorang perfeksionis juga memiliki perasaan takut ditolak dan dikritik. Sehingga keinginan untuk menjadi sempurna dapat membuat mereka merasa cemas dan stres begitu kesempurnaan itu gagal tercapai.

Saat pekerja memberi diri mereka sendiri ruang untuk melakukan kesalahan dan tidak terlalu keras pada diri sendiri, mereka akan lebih mampu menikmati hidup dan menemukan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.


Artikel Work Life Balance – Apa Definisi dan Pentingnya Bagi Karirmu? juga mungkin menarik untuk kamu baca

Cara mencapai work life balance dengan berolahraga

Olahraga merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan fisik serta mental. Menurut National Institutes of Health (NIH) seperti yang dikutip dari Halodoc, berolahraga membantu tubuh kita melepaskan bahan kimia atau hormon endorfin yang dapat meningkatkan mood, dan membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan tingkat energi dan produktivitas di tempat kerja. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Occupational Medicine mengungkapkan bahwa pekerja yang rajin berolahraga memiliki tingkat kehadiran yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga.

Tentukan skala prioritas

Mengelola waktu dengan bijaksana adalah kunci untuk kamu dapat menemukan cara mencapai work life balance. Asana.com menekankan penggunaan Eisenhower Matrix dalam menentukan skala prioritas. Matrix ini menempatkan prioritas berdasarkan level urgensi dan kadar penting/tidaknya sebuah pekerjaan. Menerapkan skala prioritas, salah satunya melalui Eisenhower Matrix ini diharapkan dapat membantu dalam bekerja lebih efektif.

eisenhower matrix dan cara mencapai work life balance | workerspedia

Menetapkan skala prioritas membantu para pekerja untuk fokus pada tugas-tugas yang benar-benar relevan dengan tujuan dan tanggung jawab mereka. Dengan cara ini, mereka dapat menghindari tugas-tugas yang tidak perlu dan memiliki waktu luang untuk menikmati kehidupan di luar pekerjaan.


Baca juga: 5 Karakter Orang Sukses, Berlaku di Segala Profesi dan Industri

Berani berkata “Tidak”

Seringkali, pekerja merasa sulit untuk menolak tugas tambahan atau proyek yang tidak sesuai dengan tanggung jawab utama mereka. Seperti dikutip dari media online Kompas.com, Psikolog Danielle Droitsch mengatakan, kata tidak dapat membuat seseorang lebih bahagia. Dengan berkata “tidak” kamu mungkin menolak sebuah opportunity atau bahkan membuat kita dijauhi oleh beberapa oknum, namun Danielle menekankan bahwa berkata tidak membuat Anda keluar dari zona nyaman dan lebih menghargai diri sendiri.

Dengan berani mengatakan “tidak,” pekerja dapat menemukan cara mencapai work life balance. Mereka dapat fokus pada tugas utama mereka tanpa merasa terbebani oleh tuntutan yang berlebihan.

cara mencapai work life balance | workerspedia.id
Apa cara mencapai work life balance versi kamu? | Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Hindari bawa pekerjaan ke rumah

Rumah adalah tempat untuk bersantai dan menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga. Oleh karena itu, penting untuk menghindari membawa pekerjaan ke rumah. Dalam upaya untuk mencapai keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi, pekerja perlu belajar untuk memisahkan pekerjaan dari waktu luang mereka. Dengan cara ini, mereka dapat lebih menikmati momen-momen berharga bersama keluarga dan teman-teman.

Kesimpulannya, mencapai work life balance adalah tugas yang memerlukan kesadaran, disiplin, dan manajemen waktu yang bijaksana. Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas dan memberi diri sendiri ruang untuk menikmati hidup di luar pekerjaan, kamu dapat mencapai keseimbangan yang lebih baik dan menciptakan kehidupan yang lebih bahagia dan memuaskan.

Share:

5 Comments

Comments are closed.