Workers, apa yang sudah kamu persiapkan jika resesi melanda Indonesia? Sudah siapkah mentalmu untuk menghadapi tahun 2023 yang disebut sebagai tahun kelam? Tenang, kamu tidak perlu panik dalam menghadapi kabar-kabar negatif soal resesi yang berkembang di luar sana. Resesi bukanlah hal yang menakutkan jika kamu cara mengatasi resesi ekonomi dan menghadapinya dengan cara yang bijak.

Saat resesi terjadi, memang semua akan menjadi serba mahal dan sulit didapatkan. Di satu sisi hal tersebut menakutkan, disisi lain ternyata suramnya masa depan akibat resesi ekonomi belum tentu terjadi. Kabar prediksi tentang kesulitan ekonomi di masa depan, memang otomatis membuat masyarakat ingin mengerem pengeluaran dan hidup serba irit. Namun, apabila hal tersebut menjadi mindset yang diyakini oleh masyarakat luas, justru akan memicu kepastian terjadinya resesi ekonomi.

Konten:

  1. Siapkan Mental yang Kuat
  2. Cash is King, Jangan Salah Kaprah!
  3. “Irit” Berlebihan Justru Memperburuk Keadaan
  4. Hindari Ajukan Utang atau Pinjaman!
  5. Persiapkan Rencana Keuangan yang Matang

Lalu bagaimana cara mengatasi resesi ekonomi dengan bijak? Simak beberapa panduan yang mudah-mudahan bisa membantu kamu menghadapi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi di Indonesia.

Siapkan Mental yang Kuat

Langkah pertama yang harus kamu siapkan adalah mental dan iman yang kuat, untuk menghadapi kondisi terburuk yang bisa saja terjadi nanti. Ketika kamu sudah menang secara mental, kamu sudah menang setengah perjuangan yang perlu kamu lalui. Dengan mentalitas yang kuat kamu dapat tanamkan keyakinan bahwa kesulitan apapun yang akan kamu lalui, pada waktunya akan segera berlalu. Apabila kamu sudah menanamkan mindset semacam itu, kalaupun akhirnya resesi ekonomi terjadi dan kamu harus mengalami berbagai kesulitan finansial, kamu akan tetap dapat memandang jauh kedepan dimana ada hari-hari yang lebih baik yang menanti disana. Kemungkinan lainnya adalah, dengan mindset yang tidak mudah menyerah, kamu akhirnya bisa menemukan opportunity ditengah kesulitan dan bahkan bangkit dengan gemilang.

Kamu juga mungkin tertarik mempelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Resesi Ekonomi, Apa Penyebab, dan Bagaimana Terjadinya?

Perlu dicatat bahwa memiliki mental yang kuat bukan berarti tidak realistis dan selalu menganggap bahwa usaha atau rencana kita pasti berhasil. Namun mental yang kuat berarti kita tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.

Cash is King, Jangan Salah Kaprah!

Setelah kamu memiliki mental yang kuat, hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah menggunakan uang dengan bijak. Jika kamu mendengar istilah cash is king, jangan semata menarik semua uangmu dan mengkonversinya ke dalam US Dollar dalam bentuk tunai. Kamu bisa menjadikannya ke dalam bentuk tabungan uang asing atau instrumen investasi dalam bentuk US Dollar yang nantinya bisa diubah menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis.

Cash is king, berbeda dengan rush money yang memiliki pengertian bahwa kamu harus menarik semua uangmu dari perbankan. Jadi, jangan sampai salah ya workers dalam mencerna pengertian cash is king yang jelas berbeda dengan rush money.

Istilah Cash is King ini juga lebih relevan apabila kamu memiliki pemahaman finansial yang tepat dalam mengelolanya. Selalu ada pro dan kontra ketika kita membahas apakah memiliki uang tunai lebih baik ketimbang menginvestasikannya, seperti yang diutarakan dalam sebuah artikel di CNBC Indonesia. Namun prinsip yang perlu diperhatikan adalah, menyimpan uang tunai dalam jumlah besar pun tidak akan bermanfaat untuk meningkatkan keadaan finansial. Di satu sisi, uang tunai memiliki risiko yang lebih rendah di masa krisis/resesi ketimbang saham, crypto, maupun instrumen investasi lainnya. Di sisi lain, ketika kamu hanya menyimpan uang sebagai tabungan, ketika terjadi inflasi, maka nilainya akan turun. Jadi miliki dulu pemahaman yang baik akan pengelolaan uang, sehingga kamu dapat memutuskan skenario yang terbaik untuk situasi finansialmu di masa resesi.

“Irit” Berlebihan Justru Memperburuk Keadaan

Bijak dalam menggunakan uangmu bukan berarti kamu harus ekstra irit, ya. Kamu bisa berhemat dengan cara yang berkelas, yakni memenuhi kebutuhan bukan keinginan. Irit yang berlebihan justru bisa mematikan laju pertumbuhan ekonomi di tanah air. Contoh sederhananya jika kamu tidak membelanjakan uangmu sama sekali di kedai yang biasa kamu datangi dan itu dilakukan pula oleh orang lain, akibat yang terjadi kedai tersebut sepi pengunjung serta mengakibatkan berkurangnya pemasukan kedai.

Tahukah kamu bahwa Indonesia sudah beberapa kali melalui masa resesi? Simak selengkapnya di artikel Resesi Indonesia – Kilas Balik dari Masa ke Masa.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, jika masyarakat menahan konsumsinya, justru pemulihan ekonomi Indonesia semakin berat. Pasalnya, konsumsi rumah tangga merupakan ‘tulang punggung’ dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Kalau di resesi menurut saya tetap konsumsinya nggak boleh turun, jadi tetap kebutuhan minimum nggak boleh kurang. Jadi justru ketika ada resesi kan agar ada spending tetap berjalan. Kalau semakin turun ya dia akan memperburuk pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi masyarakat atau rumah tangga,” kata Tauhid seperti yang dilansir dari detikcom

cara mengatasi resesi ekonomi dengan cara hindari hutang
Image by rawpixel.com on Freepik

Hindari Ajukan Utang atau Pinjaman!

Disaat pemasukan tidak berjalan seirama dengan pengeluaran, hindari untuk mengajukan utang atau pinjaman. Keadaan perekonomian yang tidak menentu dapat mempersulit kamu dalam mengembalikan pinjaman, yang tentunya dapat menambah beban finansial sehingga penghasilan yang kamu miliki akan tersedot untuk membayar pinjaman dan bunga nya. Seperti yang kita ketahui, banyak kasus dimana bunga pinjaman yang membengkak justru menjadi beban yang tidak sepadan dibandingkan pinjaman yang kita terima.

Selain pinjaman, menggunakan kartu kredit pun seharusnya dibatasi dan apabila perlu dihentikan agar kamu terhindar dari jerat hutang kartu kredit (atau pinjaman apapun) yang, selain dapat membebani finansial, juga dapat memberikan penilaian buruk pada BI Checking mu sehingga mempersulit apabila nanti kamu (misalnya) mau mengajukan KPR, ataupun pinjaman penting lainnya.

Agar tak ada penyesalan atau kesalahan di masa mendatang atas utang yang kamu ajukan, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan konsultan keuangan. Berbicara dengan ahlinya akan membuatmu merasa nyaman dalam mengatur skema keuangan yang harus kamu keluarkan. Dengan begitu, hidup akan tenang dalam melakukan angsuran pinjaman.

cara mengatasi resesi ekonomi dengan perencanaan keuangan matang
Image by wirestock on Freepik

Persiapkan Rencana Keuangan yang Matang

Secara singkat CNBC Indonesia merangkum perencanaan keuangan dalam persiapan menghadapai resesi dalam 6 poin utama:

  1. Berhemat
  2. Atur ulang pos pengeluaran
  3. Mengurangi atau melunasi hutang
  4. Mulai siapkan dana darurat
  5. Pertimbangkan untuk memiliki asuransi untuk proteksi finansialmu
  6. Cari Pendapatan Lain, Investasi dan Menabung

Jadikan resesi sebagai momen untuk refleksi diri tentang bagaimana bijak dalam menggunakan uang, hingga bagaimana cara “mengamankan” diri dari badai resesi global. Yang pasti, tetap tenang dan ambil sisi positifnya. Dengan begitu, kondisi terburuk bisa kamu lalui dengan Langkah pasti tanpa bayang-bayang kelam The Perfect Storm in 2023. Hwaiting, workers!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *